Indonesia adalah negara kepulauan dengan
jumlah pulau lebih dari 13.000 pulau yang membentang di sepanjang wilayah
Indonesia. Ada pulau besar, ada juga pulau kecil. Sebagian besar pulau sudah
berpenghuni. Namun, ada juga pulau yang belum berpenghuni. Ribuan pulau itu
menjadi salah satu kekayaan negara Indonesia.
Ada keragaman ras, budaya, suku bangsa,
agama, bahasa, dan masih banyak lagi. Semua perbedaan itu mewarnai kehidupan
bangsa Indonesia di seluruh wilayah Indonesia.
Keragaman masyarakat Indonesia
dilatarbelakangi oleh keadaan berikut.
1. Kondisi negara sebagai negara kepulauan.
2. Letak strategis wilayah Indonesia.
3. Perbedaan kondisi alam wilayah Indonesia.
4. Sikap masyarakat terhadap perubahan yang
terjadi.
5. Sarana transportasi dan komunikasi.
Kelima latar belakang itulah yang antara
lain menjadikan Indonesia mempunyai beragam suku bangsa, agama, kepercayaan,
dan ras di Indonesia. Letak geografis Indonesia di jalur perdagangan
internasional serta kekayaan alam yang berlimpah menarik pedagang asing datang
di Indonesia. Mereka melakukan kegiatan perdagangan dan menyebarkan agama serta
kepercayaan.
Sementara itu, perbedaan ras adalah
perbedaan sekelompok besar manusia yang memiliki ciri-ciri fisik yang sama.
Antarmanusia memiliki perbedaan ras yang disebabkan oleh perbedaan ciri fisik,
seperti rambut, warna kulit, bentuk badan, ukuran badan, bentuk mata, dan ciri
fisik lainnya. Keragaman ras masyarakat Indonesia antara lain karena kehadiran
bangsa asing ke wilayah Indonesia. Ras yang ada di Indonesia, antara lain ras
Malayan-Mongoloid yang tersebar di wilayah Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi,
dan Bali. Ras lain yang tersebar di wilayah Papua, NTT, dan Maluku adalah ras
Malanesoid. Selanjutnya, ras Kaukosid yaitu orang India, Timur Tengah,
Australia, Eropa, dan Amerika. Terakhir adalah ras Asiatic Mongoloid, seperti
bangsa Tionghoa, Korea, dan Jepang. Ketiga ras ini menyebar di seluruh wilayah
Indonesia, tetapi ada juga yang mendiami wilayah tertentu.
Sementara itu, budaya bersifat umum.
Artinya, ada berbagai sifat umum yang melekat dan menyatu pada setiap budaya
yang dihasilkan. Beberapa sifat umum budaya sebagai berikut.
1. Kebudayaan berdasar pada lambang.
2. Kebudayaan merupakan milik bangsa.
3. Kebudayaan dapat terintegrasi.
4. Kebudayaan selalu berubah.
5. Kebudayaan bisa disesuaikan.
6. Kebudayaan adalah hasil belajar.
7. Kebudayaan bersifat nisbi dan relatif.
Bagaimanakah kita bisa mengetahui dan
memahami arti perbedaan bangsa Indonesia? Salah satu caranya adalah dengan
mengunjungi pulau-pulau atau daerah-daerah di wilayah Indonesia. Dengan
mengunjungi wilayah-wilayah tersebut, kita akan mengetahui perbedaan secara
kewilayahan dan perbedaan sosial budaya masyarakat Indonesia .
Aspek kewilayahan menjelaskan bahwa wilayah
NKRI merupakan negara kepulauan dengan ribuan pulau besar dan kecil di
dalamnya. Antarpulau disatukan oleh bentangan laut yang luas. Sebaliknya, aspek
sosial budaya menjelaskan bahwa banyak perbedaan dalam masyarakat Indonesia.
Agar tidak menimbulkan perselisihan, antargolongan harus saling menghargai dan menghormati.
Dengan demikian, persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia akan
tetap terjalin.
Keragaman di Indonesia, terutama keragaman
budaya, dapat dimanfaatkan
untuk hal-hal berikut.
1. Sumber pengetahuan bagi dunia.
2.
Sebagai identitas di mata internasional.
3. Memupuk sikap toleransi.
4. Menumbuhkan sikap nasionalisme.
5. Menjadikan perbedaan sebagai alat
pemersatu bangsa.
Jika kelima manfaat tersebut disadari dan
dilaksanakan oleh bangsa Indonesia, niscaya tidak akan ada perselisihan yang
menimbulkan perpecahan yang didasarkan pada perbedaan suku bangsa, ras, agama,
kepercayaan, dan budaya. Justru perbedaan ini harus bisa mempererat persatuan
dan kesatuan bangsa. Semboyan ”Bhineka Tunggal Ika” yang artinya berbeda-beda,
tetapi tetap satu jua, tetap dan selalu mendasari persatuan bangsa Indonesia.
Disadur dari:
http://www.markijar/2016/keberagaman-bangsa-indonesia.html, diunduh 26
September 2016
***

No comments:
Post a Comment