Saturday, April 8, 2017

Mengikuti Festival Lagu Nusantara

Bungong jeumpa, bungong jeumpa
meugeh di Aceh
bungong teuleubeh, teuleubeh indah lagoina
Bungong jeumpa, bungong jeumpa
meugeh di Aceh
bungong teuleubeh, teuleubeh indah lagoina
Puteh kuning, meajampu mirah
Bungong si ulah indah lagoina
….
Terdengar alunan lagu tersebut dari aula sekolah. Rara dan teman-temannya
yang tergabung di paduan suara SD Teladan sedang berlatih. Mereka akan
mengikuti Festival Lagu Nusantara.

Persiapan mengikuti festival tersebut sudah dilakukan sejak dua bulan
lalu. Kala itu, Rara dan 24 temannya yang tergabung dalam Paduan Suara SD
Teladan, dikumpulkan Bu Mutia dan Pak Amir di aula sekolah. Mereka akan
mewakili SD Teladan, tempat Rara bersekolah, mewakili sekolah mengikuti
Festival Lagu Nusantara.

Dalam festival tersebut setiap paduan suara diminta menyanyikan dua
lagu. Lagu pertama telah ditentukan oleh panitia. Sebuah lagu berbahasa
Indonesia yang menggambarkan keragaman Indonesia. Selanjutnya, untuk
lagu kedua setiap paduan suara boleh memilih salah satu lagu daerah dari
salah satu provinsi di Indonesia.

Saat itu Bu Mutia sudah membawa sejumlah lagu daerah. Lagu-lagu tersebut
adalah ”Es Lilin”, lagu daerah Jawa Barat. ”Bungong Jeumpa” lagu daerah Aceh.
Yang lainnya lagu ”Sapu Tangan Bapuncu Ampat” dari Kalimantan. Ada lagi
lagu ”O Ina Ni Keke” lagu dari Sulawesi dan ”Apuse” lagi dari Papua.

”Nah, anak-anak, ibu sudah membawa beberapa lagu. Mari kita pilih salah
satu lagu untuk kita nyanyikan nanti,” tawar Bu Mutia kepada murid-muridnya
itu, ”Ibu akan meminta kalian membaca syair lagu-lagu ini. Kemudian, kalian
tuliskan judul lagu yang kalian pilih di kertas dan serahkan kepada Pak Amir.
Nanti ibu dan Pak Amir akan menentukan lagu dari pilihan kalian.”

Maka, pemilihan lagu pun berlangsung. Setiap anak memilih lagu
yang disukai dan dianggapnya mudah. Mereka menuliskan judul lagu dan
menyerahkannya kepada Pak Amir.

Setelah semua memilih, Pak Amir dan Bu Mutia berdiskusi. Ternyata,
sebagian besar memilih lagu ”Bungong Jeumpa”. Ketika ditanya, setiap siswa
punya jawaban beragam tentang pilihan lagunya. Salah satu alasan mereka
adalah lagu lainnya sudah biasa mereka dengar. Bahkan, ada lagu yang sudah
pernah mereka nyanyikan dalam berbagai acara.

”Dari semua lagu, tinggal lagu ”Bungong Jeumpa” yang belum kita
nyanyikan. Walaupun tidak tahu artinya, pastilah lagu ini bagus syairnya,”
jawab salah satu teman Rara.

”Iya, Bu. Biar kita bisa menyanyikan lebih banyak lagu daerah,” Rara ikut
menjawab.

Maka, jadilah paduan suara SD Teladan memilih lagu ”Bungong Jeumpa”
untuk dinyanyikan dalam festival.

”Nah, itu Dik, alasannya mengapa kakak menyanyikan lagu dari Aceh”.
Dandi pun mengangguk-angguk mendengar penjelasan kakaknya.

”Itu juga cerminan dari rasa cinta tanah air. Kita tidak hanya cinta budaya
dan adat istiadat suku bangsa sendiri. Akan tetapi, kita juga harus mempelajari
budaya dan adat istiadat suku bangsa lain di Indonesia. Perbedaan adat istiadat
dan budaya itulah yang memperkaya negara kita. Perbedaan tidak menjadikan
bangsa Indonesia terpecah belah. Justru perbedaan itu akan menjadikan kita
semakin bersatu sebagai bangsa Indonesia.”

Hari yang ditunggu Rara dan teman-teman pun tiba. Dengan berkostum
pakaian daerah Aceh, Rara dan teman-teman tampil dalam festival tersebut.
Sungguh sangat indah tempat festival berlangsung. Setiap paduan suara
mengenakan kostum dari berbagai daerah. Lagu-lagu daerah dari berbagai
provinsi pun dinyanyikan dengan indah. Ada lagu Jawa, Sumatra, Kalimantan,
Sulawesi, Papua, Maluku, Bali, NTT, dan NTB. Semua peserta menyanyi dengan
segala kemampuan mereka. Tidak ada saling mengejek. Tidak ada saling
mencela. Mereka dengan gembira mengikuti festival tersebut.

Rara dan teman-temannya semakin bangga. Mereka berhasil meraih
peringkat pertama festival tersebut. Panitia memberikan piala dan uang
pembinaan kepada para pemenang.

Mengikuti Festival Lagu Nusantara menjadi pengalaman berharga bagi
Rara. Dia semakin menyadari bahwa segala perbedaan yang ada di Indonesia
bukan untuk memecah belah. Namun, perbedaan itu semakin mempererat
persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

***


No comments:

Post a Comment