Bungong jeumpa, bungong jeumpa
meugeh di Aceh
bungong teuleubeh, teuleubeh indah lagoina
Bungong jeumpa, bungong jeumpa
meugeh di Aceh
bungong teuleubeh, teuleubeh indah lagoina
Puteh kuning, meajampu mirah
Bungong si ulah indah lagoina
….
Terdengar alunan lagu tersebut dari aula
sekolah. Rara dan teman-temannya
yang tergabung di paduan suara SD Teladan
sedang berlatih. Mereka akan
mengikuti
Festival Lagu Nusantara.
Persiapan mengikuti festival tersebut sudah
dilakukan sejak dua bulan
lalu. Kala itu, Rara dan 24 temannya yang
tergabung dalam Paduan Suara SD
Teladan, dikumpulkan Bu Mutia dan Pak Amir
di aula sekolah. Mereka akan
mewakili SD Teladan, tempat Rara bersekolah,
mewakili sekolah mengikuti
Festival Lagu Nusantara.
Dalam festival tersebut setiap paduan suara
diminta menyanyikan dua
lagu. Lagu pertama telah ditentukan oleh
panitia. Sebuah lagu berbahasa
Indonesia yang menggambarkan keragaman
Indonesia. Selanjutnya, untuk
lagu kedua setiap paduan suara boleh memilih
salah satu lagu daerah dari
salah satu provinsi di Indonesia.
Saat itu Bu Mutia sudah membawa sejumlah
lagu daerah. Lagu-lagu tersebut
adalah ”Es Lilin”, lagu daerah Jawa Barat. ”Bungong
Jeumpa” lagu daerah Aceh.
Yang lainnya lagu ”Sapu Tangan Bapuncu Ampat”
dari Kalimantan. Ada lagi
lagu ”O Ina Ni Keke” lagu dari Sulawesi dan ”Apuse”
lagi dari Papua.
”Nah, anak-anak, ibu sudah membawa beberapa
lagu. Mari kita pilih salah
satu lagu untuk kita nyanyikan nanti,” tawar
Bu Mutia kepada murid-muridnya
itu, ”Ibu akan meminta kalian membaca syair
lagu-lagu ini. Kemudian, kalian
tuliskan judul lagu yang kalian pilih di
kertas dan serahkan kepada Pak Amir.
Nanti ibu dan Pak Amir akan menentukan lagu
dari pilihan kalian.”
Maka, pemilihan lagu pun berlangsung. Setiap
anak memilih lagu
yang disukai dan dianggapnya mudah. Mereka
menuliskan judul lagu dan
menyerahkannya kepada Pak Amir.
Setelah semua memilih, Pak Amir dan Bu Mutia
berdiskusi. Ternyata,
sebagian besar memilih lagu ”Bungong Jeumpa”.
Ketika ditanya, setiap siswa
punya jawaban beragam tentang pilihan
lagunya. Salah satu alasan mereka
adalah lagu lainnya sudah biasa mereka
dengar. Bahkan, ada lagu yang sudah
pernah mereka nyanyikan dalam berbagai
acara.
”Dari semua lagu, tinggal lagu ”Bungong
Jeumpa” yang belum kita
nyanyikan. Walaupun tidak tahu artinya,
pastilah lagu ini bagus syairnya,”
jawab salah satu teman Rara.
”Iya, Bu. Biar kita bisa menyanyikan lebih
banyak lagu daerah,” Rara ikut
menjawab.
Maka, jadilah paduan suara SD Teladan
memilih lagu ”Bungong Jeumpa”
untuk dinyanyikan dalam festival.
”Nah, itu Dik, alasannya mengapa kakak
menyanyikan lagu dari Aceh”.
Dandi pun mengangguk-angguk mendengar
penjelasan kakaknya.
”Itu juga cerminan dari rasa cinta tanah
air. Kita tidak hanya cinta budaya
dan adat istiadat suku bangsa sendiri. Akan
tetapi, kita juga harus mempelajari
budaya dan adat istiadat suku bangsa lain di
Indonesia. Perbedaan adat istiadat
dan budaya itulah yang memperkaya negara
kita. Perbedaan tidak menjadikan
bangsa Indonesia terpecah belah. Justru
perbedaan itu akan menjadikan kita
semakin
bersatu sebagai bangsa Indonesia.”
Hari yang ditunggu Rara dan teman-teman pun
tiba. Dengan berkostum
pakaian daerah Aceh, Rara dan teman-teman
tampil dalam festival tersebut.
Sungguh sangat indah tempat festival
berlangsung. Setiap paduan suara
mengenakan kostum dari berbagai daerah.
Lagu-lagu daerah dari berbagai
provinsi pun dinyanyikan dengan indah. Ada
lagu Jawa, Sumatra, Kalimantan,
Sulawesi, Papua, Maluku, Bali, NTT, dan NTB.
Semua peserta menyanyi dengan
segala kemampuan mereka. Tidak ada saling
mengejek. Tidak ada saling
mencela. Mereka dengan gembira mengikuti
festival tersebut.
Rara dan teman-temannya semakin bangga.
Mereka berhasil meraih
peringkat pertama festival tersebut. Panitia
memberikan piala dan uang
pembinaan kepada para pemenang.
Mengikuti Festival Lagu Nusantara menjadi
pengalaman berharga bagi
Rara. Dia semakin menyadari bahwa segala
perbedaan yang ada di Indonesia
bukan untuk memecah belah. Namun, perbedaan
itu semakin mempererat
persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
***

No comments:
Post a Comment